Senin, 15 Desember 2008

Ketika Patung Naga Dibangun

Naga hewan sacral. Naga hewan universal. Apa kata mereka bila naga itu dibangun di lokasi umum sebagai pemanis kota?


Dua hari menjelang minggu pertama usai pada bulan Desember 2008 yang lalu, ribuan masyarakat membanjir di tengah Kota Singkawang. Mereka memenuhi setiap sudut ruang kosong. Saling berdesak untuk tampil paling depan. Satu keinginan, hanya untuk menyaksikan perobohan patung naga setengah jadi yang dibangun di persimpangan Jalan Kempol Mahmud – Jalan Niaga.


Lebih dari dua jam aktifitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi patung naga terhenti. Pemilik toko, lebih memilih menutup tempatnya berjualan. Hari itu, counter handphone, warung kopi, hotel, toko elektronik dan toko bangunan serta toko pakaian, juga memilih untuk tidak berdagang.

Selesai salat jumat, puluhan massa dari Front Pembela Islam (FPI) di Singkawang bersama FPM dan Aliansi LSM bergerak mendekati bangunan patung yang baru digarap kurang lebih sepuluh hari itu. Massa FPI itu mendekati dengan berpawai menggunakan puluhan kendaraan roda dua, diiringi satu unit mobil lengkap dengan alat pengeras suara.

FPI dan aliansi LSM menilai pembangunan patung naga itu telah mengusik kerukunan hidup umat beragama di Kota Singkawang. Untuk itu, dalam orasinya, Ketua DPW FPI Kota Singkawang Yudha R Hand menuntut dengan tegas pembangunan patung naga tersebut dihentikan.

Namun disayangkan, keinginan FPI pada hari itu tidak dikabulkan pihak kepolisian. Kepolisian meminta agar massa FPI melakukan audiensi kepada Pemerintah Kota Singkawang. Massa FPI menyetujui,kemudian bubar dengan tertib dan tenang. Ribuan massa yang datang untuk menyaksikan beransur-ansur berkurang. Kondisi Kota Singkawang kembali tenang.

Pertemuan dengan pemerintahan Kota Singkawang direncanakan hingga, Jumat (12/12) dua hari yang lau, belum juga terlaksana. Kalaupun pertemuan dilakukan, FPI tetap menuntut pembangunan patung naga diberhentikan dan dibongkar.

“Kami tetap pada sikap kami yang menginginkan pembangunan patung naga diberhentikan dan dibongkar,” kata Yudha saat dikonfirmasi.

Yudha mengatakan, penolakan FPI terhadap pembangunan patung naga sangat beralasan. Naga merupakan hewan sacral dan identik dengan salah satu etnis. Hingga patung naga tidak dapat dibangun di lokasi umum. Kalaupun ingin membangunan patung naga, sebaiknya dilakukan di lokasi ibadah, atau di lokasi yang bukan milik bersama.

“Singkawang milik kita bersama-sama, bukan milik salah satu etnis. Oleh kerena itu, pembangunan patung naga di lokasi umum harus dihentikan,” terang Yudha.
Yuda mengatakan, pembangunan patung naga itu memunculkan system perkotakan etnis di Singkawang. Sitem itu ditakutkan akan berdampak pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. NKRI akan goyang.

“Karena itu, kami tetap menuntut agar patung naga yang dibangun dirobohkan,” kata Yudha mempertegas.

Keinginan FPI, FPM dan aliansi LSM bertolak belakang dengan, Kenny Kumala. Tokoh etnis Tionghoa Kota Singkawang ini berpendapat pembangunan patung naga tentu akan menambah khasanah budaya yang kebhinnekaan di Kota Singkawang. Kata Kenny, Patung Naga yang didirikan di salah satu persimpangan itu bukan sebagai symbol agama. Akan tetapi sebagai tugu pemanis Kota Singkawang sebagai kota pariwisata.

“Dengan adanya tugu itu, keunikan Singkawang akan bertambah,” ujar Kenny.

Secara terbuka, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat ini berpandangan semestinya FPI dan beberapa elemen yang terlibat tidak perlu bersikap dan bertindak untuk merobohkan patung naga itu. Karena kegiatan itu tidak didukung oleh ribuan orang.
Menurut pengamatan Kenny, apa yang dilakukan FPI dengan tuntutannya sangat tidak baik untuk kerukunan hidup yang selama ini telah berlangsung di Kota Singkawang. FPI merusak tatanan hidup yang sudah matang.

“FPI membawa ketidakharmonisan yang semestinya harus dijaga bersama. Untuk itu, sebaiknya FPI tidak boleh ada di Kota Singkawang,” ujar Kenny.

Kenny kembali menegaskan, tidak ada perlakuan diskriminasi dalam agama di Kota Singkawang. Semua agama di jamin untuk berkembang. Semua penganut mendapatkan kesempatan untuk menjalankan perintah agama yang diyakininya. Dan itu jelas telah termuat dalam salah satu sila pancasila, serta dalam satu pasal di UUD 1945.
“Jadi kita jangan berpikiran di Kota Singkawang telah terjadi diskriminasi dalam agama,” kata Kenny.

Simon Takdir, Kepala Adat Dayak Benua Garantukng Sakawokng Kecamatan Singkawang Timur dan Selatan, saat ditemui di kediamannya menegaskan, pembangunan patung naga di salah satu persimpangan jalan di tengah Kota Singkawang tidak perlu diperbesar-besarkan.

Naga, atau dalam bahasa Dayak yang di sebut Nabo merupakan nama hewan yang terdapat dalam cerita, mitos dari semua etnis dan bangsa di dunia. Kaberdaan naga di kosmos juga bermacam ragam. Kemudian naga bukanlah binatang yang sakral, namun melainkan bersifat universal.

"Karena naga itu universal, maka naga itu bukan saja milik satu etnis atau bangsa tertentu," kata Simon memperjelas.

Kata Simon, dalam cerita suku Dayak Nek Jahi dalam menyelesaikan misinya di pulau jawa dibantu putri naga. Secara antropologius, situasi ini merupakan simbol dimana salah satu unsur alam, yakni bintang sangat dekat dan bersahabat dengan manusia. Tidak heran bila lukisan dan ukiran binatang itu mengihiasi rumah-rumah, pakaian, aksesoris suku Dayak.

"Binatang ini menjadi ornament dalam kesenian suku Dayak. Demikian juga dalam kehidupan etnis dan bangsa lain," kata Simon.

Menurut Ahli Antropologi ini, sungguh suatu kekeliruan jika ada pendapat yang mengatakan ornamen naga itu milik sebuah etnis tertentu, seperti yang terjadi dalam polemik pembangunan tugu dengan aksesoris naga di Kota Singkawang.

"Suku Tionghoa Singkawang, tidak pernah mengklaim bahwa naga adalah ciri budaya mereka. Klaim yang keliru itu hanya datang dari orang yang tidak mengerti akan keberadaan mitos naga tersebut," terang Simon.

Simon menilai, pembangunan naga pada persimpangan itu hanya sebagai ornament, dengan maksud untuk memperindah kota Singkawang. Bangunan itu merupakan sebuah aksesoris untuk menambah keunikan di Kota Singkawang, sehingga memiliki daya tarik tersendiri.

"Sebagai kota nasional, pembangunan tugu berornamen naga itu tidak perlu dipermasalahkan, baik dari segi lokasi maupun seni dan religi. Walaupun sekiranya ornamen naga itu hanya milik etnis tertentu saja, keberadaannya harus kita terima karena justru memperkaya budaya kita serta menujukkan kehidupan multikultural Kota Singkawang," jelas Simon seraya menganjurkan agar masyarakat Kota Singkawang berterimakasih dan mendukung donatur kelahiran Kota Singkawang, yang masih cinta dan memperhatikan kotanya.

Karena ornamen naga itu tidak perlu dibesar-besarkan, Simon megajak semua pihak untuk berfikir matang dan dewasa agar pembangunan tugu denga ornamen naga itu tetap dilanjutkan dan didukung bersama. Tujuannya untuk kemajuan dan keindahan Kota Singkawang itu sendiri. Kalaupun ada permasalahan, sebaiknya dipilih penyelesaian di atas menja bersama pemerintah melalui dialog atau seminar.

"Sampaikan dengan kata-kata yang santun dan beradat, bukan melaluai jalan kekerasan atau konflik yang disertai dengan kata-kata yang tidak baik," harap Simon.

Sementara itu salah satu warga Singkawang, Sukarmi memberikan solusi. Katanya, untuk mencapai kesepakatan, DPRD dan pemkot harus segera membuat perda tentang pengelolaan fasilitas umum dan aset Kota Singkawang. Perda ini nantinya akan mengatur pengelolaan fasum dan aset daerah, seandainya jika tidak ada yang mengaturnya.

“Bila tidak ada Perda, pertentangan selalu saja terjadi. Bahkan, isu SARA dibawa-bawa dan bisa-bisa merusak hubungan dan kerukunan antaretnis yang sudah terbina sejak lama, dan kita akan rugi hanya persoalan sepele," kata Sukarmi.

Kata mantan Anggota DPRD Sambas ini, pemecahan masalah akan lebih baik bila dilaksnakan dalam satu meja, masing-masing pihak menahan diri.

"Mari kita sehati, berpikir, duduk bersama mencari solusi yang terbaik membangun Singkawang bersama pemerintah menuju kota wisata dengan satu persepsi dan satu tujuan," katanya.

*Hasan Karman: Saya Pilih Naga
Lampu hias dengan tugu patung naga yang dibangun di persimpangan Jalan Kempol Mahmud-Jalan Niaga merupakan pilihan Walikota Singkawang, Hasan Karman. Hasan Karman memilihnya dari tiga model yang diajukan dinas terkait.

“Saya pilih naga setelah berkoordinasi dengan dinas PU dan Tata Kota,” demikian dikatakan Hasan Karman saat ditemui di rumah dinasnya.

Hasan Karman mencerita secara kronologis asal mula pembangunan patung naga tersebut. Pembangunan patung naga itu bermula saat kampanye Pilkada Walikota Singkawang beberapa waktu yang lalu. Pada saat kampanye, tugu yang saat ini dibangunan patung naga rusak lantaran ditabrak. Hasan Karman mendapatkan komplein masyarakat. Kecelakaanpun kerap kali terjadi.

Kemudian karena banyaknya tuntutan masyarakat, beberapa waktu yang lalu, salah satu pengusaha asal kota Singkawang bersedia untuk melakukan pembangunan tugu yang baru.
“Karena keinginan pengusaha itu, saaya minta dinas PU dan Tatakota untuk merancang tugu yang cocok. Dari tiga rancangan yang diajukan, saya pilih naga,” terang Hasan, seraya mengatakan tugu dengan patung naga itu sejalan dengan visi misi Kota Singkawang sebagai Kota Pariwisata.

Hasan Karman menegaskan, naga bukan hewan yang sacral, bukan hewan untuk disembah. Naga hewan universal yang ada diberbagai etnis di dunia. Sebagai contoh, etnis Tionghoa miliki naga, Dayak memiliki naga, Jawa memiliki naga, Negara eropa juga memiliki naga.

Selain itu, dibeberapa tempat pariwisata, patung naga selalu saja menjadi penghias. Di pantai kijing ada patung naga, di Sinka ada patung naga, di Bougenvil ada patung naga, di keraton Jogja ada patung naga. Jadi naga hewan universal.

“Naga tidak hanya milik etnis Tionghoa, akan tetapi milik seluruh etnis,” jelas Hasan Karman.

Menurut Hasan Karman, pembangunan naga sebagai tugu itu sebagai upaya untuk mendukung dunia pariwisata di Kota Singkawang. Patung naga itu diharapkan dapat menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Kota Singkawang.

Karena naga bukan hewan sakaral, karena hewan itu milik semua etnis, dan tidak memunculkan pengotakan pengotakan, maka kata Hasan pembangunan akan tetap dilakukan.
Lebih jauh, Hasan mengatakan, untuk membangunan pariwisata Kota Singkawang, pemerintah tidak hanya membangun patung naga. Akan tetapi juga berencana untuk membangu satu tugu yang melambangkan keberagaman suku di Kota Singkawang. Hasan juga berencakan akan membanganun pintu gerbang di tiga pintu masuk Kota Singkawang dengan corak tiga etnis terbesar di Kota Singkawang, Tionghoa, Dayak, dan Melayu.

“Ini sudah saya rancang, mungkin dalam waktu dekat akan terealisasi,” tutur Hasan. (Mujidi, Borneo Tribune)



Bagaimana Mengatasi Ketombe Yang Membandel?

Bagaimana Mengatasi Ketombe Yang Membandel?
NOORMUSLIMA.COM- Ketombe adalah pengelupasan kulit mati, secara berlebihan di kulit kepala. Umumnya pengelupasan kulit mati adalah normal, tapi jika pengelupasannya berlebihan, maka disebut ketombe. Disarankan jangan menggaruk terlalu keras, agar tidak terjadi infeksi pada kulit kepala. Ketombe juga bisa jadi ciri bahwa ada suatu penyakit pada seseorang. Beberapa bahan berikut ini dapat mengatasi ketombe, tanpa efek samping. Lemon. Lemon kaya akan Vitamin C, yang berguna untuk menjaga kelembapan kulit. Lemon iris tipis-tipis, peras airnya lalu usapkan pada kulit kepala. Daging bekas perasan tadi gosokkan juga pada kulit kepala. Diamkan selama 1/2 jam. Bilas dengan air bersih, lalu beri shampoo, dan kemudian bilas lagi. Cuka. Cuka hasil fermentasi dari Ethanol dengan bakteri Acetic Acid. Kedua unsur ini yang bekerja untuk melawan bakteri jahat, yang menyebabkan ketombe. Cara menggunakannya, ambil 1 sendok makan cuka. Campur dengan 3 sendok makan minyak, gosokkan pada kulit kepala. Apel hijau. Parut apel hijau dengan kulitnya, saring airnya, lalu usapkan pada kulit kepala diamkan selama 1/2 jam. Bilas dengan air bersih, lalu beri shampoo dan bilas lagi hingga bersih. Lakukan dua hari sekali hingga ketombe benar-benar hilang. Vitamin C dalam apel menjaga kelembapan kulit kepala. Garam. Ambil garam halus secukupnya, gosokkan pada kulit kepala, tunggu beberapa menit. Bilas dengan air bersih, beri samphoo dan bilas lagi. Soda kue. Basahi sedikit rambut anda, ambil segenggam soda kue dan gosokkan pada kulit kepala. Diamkan beberapa menit, bilas dengan air bersih, beri shampoo dan bilas lagi. Lakukan beberapa kali. Setelah satu minggu baru kelihatan hasilnya, kulit kepala memproduksi minyak secara alami. [Putri] (291)

Cara Membuat Pop Art Image

Membuat Pop Art Image

Kemaren-kemaren banyak pesen ke facebook dan email saya yang minta dibuatin tutorial POP ART… setelah menimbang dan memutuskan akhirnya saya buatin juga deh tutorial pop art nya pake adobe photoshop tentunya Photoshop CS 3 lagi.. hehehe..

langsung aja ..

Buka gambar / foto atau Image yang akan dibuat pop art..

Double click layer background dan beri nama..

Buat layer baru, pindahkan ke paling bawah.. ini nanti fungsinya sebagai background.

Sekarang gukanan PenTool untuk menyeleksi objek yang akan dibuat POPArt.perhatikan settingan nya seperti gambar dibawah.

Kalo udah terseleksi semua.. klik kanan di area gambar pilih Make selection.

Gambar sekarang dalam keadaan terseleksi.. Karena kita mau menghilangkan background nya.. kita harus menyeleksi object di belakang gambar.. Klik Select > inverse , Lalu ketan tekan delete

hasil remove background :

Dulikat layer gambar atau layer object dengan menekan CTRL + J, otomatis akan terbentuk layer baru dengan nama Object copy.

Buat duplikat nya menjadi hitam putih.. tekan CTRL + SHIFT + U untuk desaturate ( membuat hitam putih ) atau klik Image > Adjustment > Desaturate.

Klik kanan layer object copy > Duplicate layer

karena kita pilih NEW maka akan terbentuk dokumen baru … ini nanti kunci untuk membuat popart nya..

di dokumen baru ..

klik Image > adjustment > shadow/highlight

*Shadow highlight ini fungsinya nanti untuk memberikan efek detail pada warna-warna yang gelap.. misal rambut..

Klik Image > Adjustment > Threshold

Geser-geser slidernya supaya dapet gambar yang bagus dengan detail yang bagus juga..

Klik Filter > Blur > Gaussian Blur

Klik Image > Mode > Grayscale

Klik Image > mode > Bitmap

Klik Flatten Layer

Halftone screen nya diset seperti dibawah :

bagus kan hasilnya..

Sekarang kita musti membuat Mode image menjadi RGB …

Klik Image > mode > Grayscale

Klik Image > Mode > RGB

Kalo udah jadi RGB sekarang kita bisa export ke dokumen yang sedang kita garap.. caranya ?

Klik kanan layer background > Duplicate layer , Dokumen nya pilih file dokumen yang sedang kita garap..

Keliatan background putihnya.. Trim bagian background putih nya..cara nge TRIM nya..

gerakan kursor mouse ke antara layer background dan layer object copy sambil tekan tombol ALT.

kalo udah keliatan ada 2 lingkaran putih dan hitam..klik .. itu namanya nge TRIm.. :D

kalo bener ngerjain nya background putihnya akan hilang..

Sekarang tinggal proses pewarnaan aja ..

Mewarnai cuman menggunakan Brush tool aja kok.. jadi gak ribet..

Buat layer baru di paling atas

Layer mode nya pilih MULTIPLY..

warna pake warna kulit sesuai kode di gambar

Warnai daerah muka dan badan, kalo ada tangan, warnain juga.

dengan cara yang sama , warnain bibir nya, jangan lupa buat layer baru yah

Sekarang warnain Highlight Rambut

Terakhir warnain baju nya

Sekarang warnain background nya… pilih layer paling bawah…

warnai pake Paint bucket TOOL , warna terserah aja ..sesuka hatimu lah hehehehe…

Dan hasilnya setelah di CROP :

Artikel Membuat Pop Art Image ini dipersembahkan oleh Tutorial Photoshop Gratis. Kunjungi Wallpaper, Font, Desktop Theme Gratis Pokoknya Serba Gratis. Baca Juga Adobe Photoshop Tutorials

Loading...