Minggu, 13 November 2011

Penderita Radang Sendi Dibayangi 8 Jenis Kanker


Senin, 14/11/2011 08:32 WIB

Adelia Ratnadita - detikHealth
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Penyakit Rheumatoid Arthritis (RA) atau radang sendi merupakan penyakit autoimun yang terjadi akibat tubuh diserang sistem imunnya sendiri yang mengakibatkan peradangan pada sendi. Penyakit RA ini ditemukan terkait dengan 8 jenis kanker meskipun risikonya rendah.

Peneliti mengatakan perlu mengetahui peningkatan risiko tersebut agar bisa berusaha meminimalkan faktor risiko tersebut. "Namun faktor risiko tersebut sangat rendah," kata Stanley Cohen, MD, profesor klinis kedokteran internal di University of Texas Southwestern Medical School seperti dikutip dari Health, Senin (14/11/2011).

Kanker yang membayangi penderita RA dengan risiko rendah antara lain:

1. Kanker paru-paru

RA telah dikaitkan dengan risiko kanker paru-paru, mungkin karena merokok meningkatkan kemungkinan RA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bahkan penderita RA yang bukan perokok memiliki risiko sedikit lebih tinggi untuk terkena kanker paru-paru.

"Tetapi ada risiko yang lebih tinggi untuk peradangan dan jaringan parut di paru-paru dari RA. Bagi seorang perokok sebaiknya berhenti merokok. Pasien RA dengan penyakit paru-paru harus menghindari mengonsumsi methotrexate atau leflunomide karena obat tersebut dapat memperburuk kerusakan paru-paru," kata Marc Hochberg, MD, MPH, profesor kedokteran dan kepala rheumatology and clinical immunology at the University of Maryland Medical Center, di Baltimore.

2. Kanker kulit

Hasil penelitian menunjukkan bahwa melanoma merupakan jenis paling berbahaya dari kanker kulit. Jenis kanker tersebut lebih cenderung pada orang yang mengonsumsi inhibitor TNF, mungkin karena obat tersebut menekan sistem kekebalan tubuh.

Sebuah studi pada tahun 2007 menemukan bahwa, orang dengan RA yang mengonsumsi inhibitor TNF memiliki lebih dari 2 kali lipat risiko melanoma. Namun risiko tersebut rendah, yaitu 32 pasien dari hampir 14.000 pasien RA yang mengarah pada perkembangan melanoma.

Sebuah analisis hasil studi pada tahun 2011 menemukan bahwa, orang yang mengonsumsi inhibitor TNF memiliki risiko 45 persen lebih besar terkena kanker kulit non melanoma.

3. Myeloma

Multiple myeloma adalah bentuk yang relatif jarang dari kanker yang mempengaruhi sel-sel darah putih yang disebut sel plasma. Menurut American Cancer Society, sekitar 20.000 kasus baru telah didiagnosa pada tahun 2011. Menurut sebuah penelitian di tahun 2008, orang dengan RA memiliki kesempatan 17 persen lebih tinggi untuk mendapatkan penyakit ini.

"Orang dengan RA selama jangka waktu yang lama dapat menghasilkan antibodi yang berhubungan dengan kelebihan protein dalam darah, yang merupakan suatu kondisi yang disebut hyperglobulinemia. Hal tersebut terkadang dapat berkembang menjadi multiple myeloma, yan merupakan penyakit yang ditandai oleh produksi abnormal dari sel plasma. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa multiple myeloma dapat menyebabkan RA," kata Dr. Hochberg.

4. Non Hodgkin limfoma dan penyakit Hodgkin

RA meningkatkan risiko limfoma non Hodgkin dan penyakit Hodgkin. Kanker tersebut merupakan kanker pada sel-sel kekebalan yang disebut limfosit. Sebuah studi pada tahun 2003 yang melibatkan lebih dari 76.000 pasien RA Swedia memiliki risiko 2-3 kali lebih tinggi dari limfoma non Hodgkin dan penyakit Hodgkin.

Sejumlah 77 pasien dari 458 pasien mengalami kondisi yang mengarah pada perkembangan limfoma non Hodgkin dan penyakit Hodgkin. Selain itu, sebuah studi pada 2006 menemukan bahwa, orang gejala RA yang paling parah berada pada risiko tertinggi limfoma.

Hal tersebut mungkin disebabkan karena rangsangan kronis dari sistem kekebalan tubuh, yang terjadi pada pasien yang memiliki arthritis parah yang tidak dikontrol dengan baik dalam jangka waktu yang lama," kata Dr. Hochberg.

5. Limfoma terkait dengan inhibitor TNF

Ada dua kasus pasien RA yang mengembangkan suatu tipe yang jarang dan fatal dari limfoma non Hodgkin yang disebut hepatosplenic limfoma sel T saat mengonsumsi Humira, yang merupakan inhibitor TNF.

FDA juga melaporkan 40 kasus lain pada pasien dengan penyakit Crohn dan kolitis ulseratif yang mengonsumsi Humira, serta inhibitor TNF lainnya dan imunosupresan yang semuanya juga diresepkan untuk RA.

Meskipun lembaga itu mengatakan sulit untuk mengetahui risiko obat ini karena kondisi mereka sendiri terkait dengan peningkatan risiko limfoma. Risiko dan manfaat harus dipertimbangkan dengan hati-hati ketika meresepkan obat ini untuk anak-anak dan remaja.

6. Leukemia

Sebuah penelitian di Finlandia yang melibatkan hampir 12.000 pria dan 35.000 wanita menemukan tingkat yang lebih tinggi dari leukemia antara pria dengan RA, tetapi tidak ada peningkatan yang signifikan pada wanita dengan RA.

"Hubungan antara leukemia dan RA adalah langka dan merupakan komplikasi yang berhubungan dengan terapi imunosupresif seperti Cytoxan (siklofosfamid) dan Azasan (azathioprine), yang digunakan untuk mengobati RA parah. Methotrexate juga telah dikaitkan dengan peningkatan kejadian leukemia," kata Dr Hochberg.

7. Kanker payudara dan kanker kolorektal

Orang dengan RA tampaknya memiliki sedikit keuntungan yang berkaitan dengan kanker payudara dan kolorektal, risiko mereka sedikit lebih rendah dibandingkan orang tanpa RA.

Sebuah analisis hasil penelitian pada tahun 2008 memperkirakan bahwa orang-orang dengan RA memiliki 16 persen lebih rendah dari kanker payudara dan risiko 23 persen lebih rendah dari kanker kolorektal.

"Tidak diketahui persis mengapa hal tersebut dapat terjadi, tetapi mungkin karena banyak pasien RA sering mengonsumsi obat anti inflamasi (NSAID) seperti aspirin dan ibuprofen, yang meringankan kondisi peradangan," kata Dr. Hochberg.

8. Kanker prostat

Penggunaan NSAID jangka panjang juga dapat mengurangi risiko kematian pada pria dengan RA yang mengalami kondisi yang mengarah pada perkembangan kanker prostat.

Sebuah studi terhadap hampir 100.000 pasien kanker prostat Swedia yang dipresentasikan ketika pertemuan dari American Society of Clinical Oncology tahun 2008 menemukan bahwa, risiko kematian berkurang 12 persen pada pria dengan RA. Pria yang telah dirawat di rumah sakit karena RA dengan pengobatan NSAID 6 kali atau lebih memiliki tingkat kematian terendah.



(ir/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
email : sales[at]detik.com

Bagaimana Mengatasi Ketombe Yang Membandel?

Bagaimana Mengatasi Ketombe Yang Membandel?
NOORMUSLIMA.COM- Ketombe adalah pengelupasan kulit mati, secara berlebihan di kulit kepala. Umumnya pengelupasan kulit mati adalah normal, tapi jika pengelupasannya berlebihan, maka disebut ketombe. Disarankan jangan menggaruk terlalu keras, agar tidak terjadi infeksi pada kulit kepala. Ketombe juga bisa jadi ciri bahwa ada suatu penyakit pada seseorang. Beberapa bahan berikut ini dapat mengatasi ketombe, tanpa efek samping. Lemon. Lemon kaya akan Vitamin C, yang berguna untuk menjaga kelembapan kulit. Lemon iris tipis-tipis, peras airnya lalu usapkan pada kulit kepala. Daging bekas perasan tadi gosokkan juga pada kulit kepala. Diamkan selama 1/2 jam. Bilas dengan air bersih, lalu beri shampoo, dan kemudian bilas lagi. Cuka. Cuka hasil fermentasi dari Ethanol dengan bakteri Acetic Acid. Kedua unsur ini yang bekerja untuk melawan bakteri jahat, yang menyebabkan ketombe. Cara menggunakannya, ambil 1 sendok makan cuka. Campur dengan 3 sendok makan minyak, gosokkan pada kulit kepala. Apel hijau. Parut apel hijau dengan kulitnya, saring airnya, lalu usapkan pada kulit kepala diamkan selama 1/2 jam. Bilas dengan air bersih, lalu beri shampoo dan bilas lagi hingga bersih. Lakukan dua hari sekali hingga ketombe benar-benar hilang. Vitamin C dalam apel menjaga kelembapan kulit kepala. Garam. Ambil garam halus secukupnya, gosokkan pada kulit kepala, tunggu beberapa menit. Bilas dengan air bersih, beri samphoo dan bilas lagi. Soda kue. Basahi sedikit rambut anda, ambil segenggam soda kue dan gosokkan pada kulit kepala. Diamkan beberapa menit, bilas dengan air bersih, beri shampoo dan bilas lagi. Lakukan beberapa kali. Setelah satu minggu baru kelihatan hasilnya, kulit kepala memproduksi minyak secara alami. [Putri] (291)

Cara Membuat Pop Art Image

Membuat Pop Art Image

Kemaren-kemaren banyak pesen ke facebook dan email saya yang minta dibuatin tutorial POP ART… setelah menimbang dan memutuskan akhirnya saya buatin juga deh tutorial pop art nya pake adobe photoshop tentunya Photoshop CS 3 lagi.. hehehe..

langsung aja ..

Buka gambar / foto atau Image yang akan dibuat pop art..

Double click layer background dan beri nama..

Buat layer baru, pindahkan ke paling bawah.. ini nanti fungsinya sebagai background.

Sekarang gukanan PenTool untuk menyeleksi objek yang akan dibuat POPArt.perhatikan settingan nya seperti gambar dibawah.

Kalo udah terseleksi semua.. klik kanan di area gambar pilih Make selection.

Gambar sekarang dalam keadaan terseleksi.. Karena kita mau menghilangkan background nya.. kita harus menyeleksi object di belakang gambar.. Klik Select > inverse , Lalu ketan tekan delete

hasil remove background :

Dulikat layer gambar atau layer object dengan menekan CTRL + J, otomatis akan terbentuk layer baru dengan nama Object copy.

Buat duplikat nya menjadi hitam putih.. tekan CTRL + SHIFT + U untuk desaturate ( membuat hitam putih ) atau klik Image > Adjustment > Desaturate.

Klik kanan layer object copy > Duplicate layer

karena kita pilih NEW maka akan terbentuk dokumen baru … ini nanti kunci untuk membuat popart nya..

di dokumen baru ..

klik Image > adjustment > shadow/highlight

*Shadow highlight ini fungsinya nanti untuk memberikan efek detail pada warna-warna yang gelap.. misal rambut..

Klik Image > Adjustment > Threshold

Geser-geser slidernya supaya dapet gambar yang bagus dengan detail yang bagus juga..

Klik Filter > Blur > Gaussian Blur

Klik Image > Mode > Grayscale

Klik Image > mode > Bitmap

Klik Flatten Layer

Halftone screen nya diset seperti dibawah :

bagus kan hasilnya..

Sekarang kita musti membuat Mode image menjadi RGB …

Klik Image > mode > Grayscale

Klik Image > Mode > RGB

Kalo udah jadi RGB sekarang kita bisa export ke dokumen yang sedang kita garap.. caranya ?

Klik kanan layer background > Duplicate layer , Dokumen nya pilih file dokumen yang sedang kita garap..

Keliatan background putihnya.. Trim bagian background putih nya..cara nge TRIM nya..

gerakan kursor mouse ke antara layer background dan layer object copy sambil tekan tombol ALT.

kalo udah keliatan ada 2 lingkaran putih dan hitam..klik .. itu namanya nge TRIm.. :D

kalo bener ngerjain nya background putihnya akan hilang..

Sekarang tinggal proses pewarnaan aja ..

Mewarnai cuman menggunakan Brush tool aja kok.. jadi gak ribet..

Buat layer baru di paling atas

Layer mode nya pilih MULTIPLY..

warna pake warna kulit sesuai kode di gambar

Warnai daerah muka dan badan, kalo ada tangan, warnain juga.

dengan cara yang sama , warnain bibir nya, jangan lupa buat layer baru yah

Sekarang warnain Highlight Rambut

Terakhir warnain baju nya

Sekarang warnain background nya… pilih layer paling bawah…

warnai pake Paint bucket TOOL , warna terserah aja ..sesuka hatimu lah hehehehe…

Dan hasilnya setelah di CROP :

Artikel Membuat Pop Art Image ini dipersembahkan oleh Tutorial Photoshop Gratis. Kunjungi Wallpaper, Font, Desktop Theme Gratis Pokoknya Serba Gratis. Baca Juga Adobe Photoshop Tutorials

Loading...